Ulfatun khasanah

1404010022||jadilah diri sendiri

peningkatan kesejahteraan petani kopi — 16 Juni 2015
pertanian jagung padi —

pertanian jagung padi

2.1  Pertanian Kerakyatan
Berbagai upaya telah dilakukan untuk menyediakan teknologi yang tepat untuk lahan marginal. Pada umumnya penyediaan teknologi dilakukan melalui penelitian, pengkajian, dan pengembangan teknologi dengan memperhatikan prinsip-prinsip agar teknologi tersebut: (i) Secara teknis layak dimanfaatkan, dalam arti mempunyai potensi untuk meningkatkan produktivitas usaha pertanian, (ii)  Secara ekonomis menguntungkan, dalam arti memberikan peningkatan  keuntungan dengan penerapan teknologi hasil penelitian per satuan luas dan per satuan waktu, umumnya per hektar, dan biasanya diukur dengan ukuran B/C ratio  dsb, (iii) Secara sosial diterima oleh masyarakat tani, dalam pengertian bahwa bila teknologi tersebut dianjurkan penerapannya, maka akan diikuti oleh masyarakat tani, dan (iv) Ramah lingkungan, ialah bahwa teknologi pertanian  yang disediakan tidak merusak lingkungan, terutama lingkungan alam, sehingga sumberdaya alam yang ada terlestarikan. Baca lebih lanjut

tata cara melindungi tanaman dari hama —
KEGIATAN PERTANIAN DALAM MASYARAKAT Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Individu Mata Kuliah Studi Masyarakat Indonesia —

KEGIATAN PERTANIAN DALAM MASYARAKAT Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Individu Mata Kuliah Studi Masyarakat Indonesia

  1. Bentuk Pengolahan Lahan Yang Dilakukan
  2. Padi

Sawah Pak Hasanuddin terletak di sua tempat. Luas lahan sawahnya adalah 8.388 dan 1.015 . Sebelum melakukan pembajakan sawah terlebih dahulu yang dilakukan adalah membasmi tanaman penggangu atau rumput-rumput pengganggu seperti gulma dengan menngunakan herbisida agar tidak mengganggu saat proses pembajakan dan menggangu tanaman padi nantinya. Setelah itu barulah sawah di isi dengan air yang dilakukan oleh orang yang mengatur atau membagi air yang disebut Malar. Setelah air sudah di isi dan merata maka tanah siap untuk diolah atau dibajak. Sistem Pengolahan lahan yang dilakukan di desa jurumapin khususnya di sawah pak Hasanuddin sudah menggunakan sistem pengolahan secara modern dimana pengolahan tanah pertanian saat hendak ditanami padi sudah menggunakan traktor agar pengolahannya lebih maksimal dan menghemat waktu. Apabila tanahnya sudah selesai dibajak maka langkah selanjutnya adalah menanami bibit-bibit padi pada sawah yang sudah dibajak setelah bibitnya diangkut dari persemaiannya. Baca lebih lanjut

penelitian Sistem bagi hasil pada usaha ternak bebek yang dikelola petani padi — 12 Juni 2015

penelitian Sistem bagi hasil pada usaha ternak bebek yang dikelola petani padi

Dalam melakukan usaha ternak bebek petani memebutuhkan modal yang cukup besar. Untuk mencukupi ataau menambah modal yang akan digunakan dalam usahanya, petani menawarkan sistem bagi hasil kepada investor yang bersedia menanamkan modalnya.

Penentuan keputusan besarnya sistem bagi hasil dilakukan oleh petani dan investor. Pada umumnya besarnya sistem bagi hasil di kecamatan patikraja mempunyai komposisi 40:60%, petani menerima 40% bagian dari hasil produksi dan investor menerima 60% dari hasil produksi.

Dengan adanya sistem bagi hasil ini diharapkan banyak investor yang menemkan modalnya.

Dari tawaran yang dilakukan oleh petani masih kurang mendapatkan respon dari masyarakat, hal ini dapat diamati bahwa petani yang menjalin kerjasama dengan investor di kecamatan patikraja masih sangat sedikit. Sebagian besar investor yang bersedia menanamkan modalnya masih mempunyai hubungan keluarga dengan petani dan bertempat tinggal masih dalam satu desa bahkan bertetangga.

Setelah terjadi kerja sama antara petani dan investor akan dilakukan suatu perjanijian kerjasama antara 2 belah pihak. Perjanjian tersebut meliputi permodalan, pemeliaharaan, dan sistem bagi hasil. Adapun proses kerjasamanya tersaji dalam

Dalam suatu usaha tentunya tidak akan terlepas dari modal, begitupun dalam usaha ternak bebek. Petani enyisihkan 10% dari pendapatan yang diperoleh dari usaha ternak bebek yang akan digunakan sebagai dana taktis dalam pengembangan usahanya. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya resiko yang disebabkan adanya kegagalan produksi atau kegagalan usaha.

Tabel 2. tingkat kelayakan budidaya ternak bebek dikecamatan patikraja, kab banyumas 2003

No. Biaya produksi (Rp) Hasil penjualan (Rp) R/C-Ratio
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

 

8.390.000

13.500.000

16.500.000

6.250.000

6.120.000

3.570.000

2.420.000

5.820.000

3.400.000

16.650.000

22.775.000

31.500.000

11.040.000

12.100.000

9.500.000

5.300.000

10.600.000

6.360.000

1,98

1,68

1,90

1,83

1,97

2,66

2,19

1,82

1,84

Rata-rata 1,98

Apabila ditinjau dari nilai R/C-ratio pada table 4, usaha ternak bebek yang dilakukan petani dikecamatan patikraja layak dilakukan atau layak diusahakan. Dari hasil analisis diperoleh nilai R/C-ratio dari usaha ternak bebek lebih dari satu atau dengan kata lain R/C-ratio usaha ternak bebek di kecamatan patikraja adalah 1,68 hal ini berarti bahwa untuk setiap Rp. 100 yang dikeluarkan dalam suatu awal kegiatan usaha diperoleh penerimaan rata-rata sebesar Rp. 168.