LAPORAN PRAKTIKUM

LAJU REAKSI

logo

NAMA: Ulfatun khasanah

NIM: 1401010022

PRODI: Agribisnis

FAKULTAS: Pertanian

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO

2015

1. Tujuan Praktikum

Untuk menyelidiki pengaruh suhu terhadap laju reaksi

2. Teori Dasar

Reaksi kimia adalah proses perubahan zat pereaksi menjadi produk. Seiring dengan bertambahnya waktu reaksi, maka jumlah zat pereaksi akan semakin sedikit, sedangkan produk semakin banyak. Maka laju reaksi dapat dinyatakan sebagai laju berkurangnya pereaksi atau laju terbentuknya produk. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi :

Luas permukaan

Luas permukaan sentuh memiliki peranan yang sangat penting, sehingga menyebabkan laju reaksi semakin cepat. Apabila semakin kecil luas permukaan bidang sentuh, maka semakin kecil tumbukan yang terjadi antar partikel, sehingga laju reaksi pun semakin kecil.

Konsentrasi Pereaksi

Makin besar konssentrasi zat-zat yang bereaksi makin cepat reaksinya berlangsung.

Tekanan

Banyak reaksi yang melibatkan pereaksi dalam wujud gas. Kelajuan dari reaksi tersebut dipengaruhi oleh tekanan. Penambahan tekanan dengan memperkecilvolume akan memperbesar konsentrasi dengan demikian dapat memperbesar laju reaksi.

Suhu

Pada umumnya reaksi dapat berlangsung lebih cepat bila suhu dinaikkan. Dengan menaikkan suhu maka energi kinetik molekul-molekul zat yang bereaksi akan bertambah sehingga akan lebih banyak molekul yang dapat mencapai keadaan traansisi atau dengan kata lain kecepatan reaksi menjadi lebih besar secara matematis hubungan antara nilai tetapan laju reaksi terhadap suhu dinyatakan olehh formulasi.

Katalis

Katalisator adalah zat yang ditambahkan ke dalam suatu reaksi dengan maksud memperbesar kecepatan reaksi tetppi tidak menglami perubahan kimiawi yang permanen.

3. ALAT DAN BAHAN

Alat

  • Gelas kimia
  • Pembakaran spiritus
  • te
  • terometer
  • kaki tiga dan kasa
  • stopwatch

Bahan

  • larutan Na2S2O3       0,2 m
  • larutan NCl   2 m

 

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

  1. Mula-mula larutan Na­2S2O3 bersuhu 280C, setelah dicampurkan dengan 2ml HCl, tanda silang hilang dalam waktuu 18,5 detik dan mengalami penurunan suhu menjadi 27,50C kemudian berubah warna menjadi warna kuning pudar.
  2. Pada percobaan kedua, awalnya larutan Na2S2O3 berwarna bening. Setelah dipanaskan hingga suhu 100C diatas larutan dalam percobaan pertama menjadi 380C, kemudian campurkan larutan HCl sebaanyak 5ml dan gelas kimia berada diatas tanda silang. Dalam waktu 6 detik tanda silang tersebut menghilang dan larutannya berwarna kuning.

Pembahasan

  1. Pada percobaan pertama dalam waktu 18,5 detik tanda silang pada kertas menghilang dan suhu yang awalnya 280C mengalami penurunan menjadi 27,50 Maka percobaan pertama dipengaruhi oleh suhu, semakin menurun suhu dalam larutan semakin kecil laju reaksinnya.
  2. Pada percobaan kedua juga dipengaruhi oleh suhu, karena setelah dipanaskan suhu larutan menjadi 380C sehingga hanya dalam waktu 6 detik tanda silang pada kertas menghilang.

 

5. KESIMPULAN DAN SARAN

  1. Kesimpulan

Reaksi kimia adalah proses perubahan zat pereaksi menjadi produk. Laju reaksi dapat dinyatakan sebagai laju berkurangnya pereaksi atau laju terbentuknya produk. Faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah luas permukaan, konsentrasi pereaksi, tekanan dan suhu pada zat yang beraksi.

  1. Saran

Teliti dengan ceermat perubahan pada larutannya. Pada saat mematikan api jangan ditiup tetapi langsung ditutup dengan penutupnyaa.

6.  DAFTAR PUSTAKA

 

Iklan