LAPORAN PRAKTIKUM

ASAM BASA SENYAWA ORGANIK

logo

NAMA: Ulfatun khasanah

NIM: 1404010022

PRODI: Agribisnis

FAKULTAS: Pertanian

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO

2015

1. Tujuan Praktikum

  1. Menguji sifat asam dan basa beberapa senyawa organik dengan menggunakan kertas lakmus, serta mengukur pH dengan pH paper universal atau pH meter.
  2. Mengidentifikasi senyaw-senyawa asem organik dengan reaksi yang spesifik.

2. Teori Dasar

Dalam ilmu kimia dikenal berbagai macam-macam teori unntuk mendefinisikan pengertian asam dan basa seccara sederhana, asam didefinisikan sebagai zat yang bila dilarutkan dalam air mengalami disosiasi (penguraian) dengan pembentukan ion hidrogen sebagai satu-satunya ion positif. Sedangkan basa didefinisikan sebagai zat yang bila dilarutkan mengalami disosiasi dengan pembentukan ion-ion hidroksil sebagai satu-satunya ion negatif.

Definisi asam dan basa yang sering digunakan dalam ilmu kimia organik adalah teori yang dikemukakan oleh Bronsted-lowry. Menurut teori ini, asam adalah setiap zat baik dalam bentuk molekul maupunn iomn, yang dapat memberikan proton (donor proton, H+). Sedangkan basa adalah setiap zat yang dapat menerima protonn (akseptor proton, OH).

Asam karboksilat adalah suatu senyawa organik yang mengandung gugus karboksilat yang bersifat polar, sehingga mempunyai kereaktifan kimia yang unik. Sifat kimia yang paling menonjol dari asam karoksilat adalah keasamannya. Dibandingkan dengan asama mineral, seperti HCl dan HNO3, asam karboksilat adalah asam lemah tetapi asam karbosilat lebih bersifat asam dibandingkaan dengan alkohol atau fenol, karena stabilitas resonansi dari anion karboksilatnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan asam dari asam karboksilat antara lain :

  1. Keelektronegatifan elektron
  2. Ukuran atom
  3. Hidribisasi atom
  4. Efek indukatif
  5. Stabilitas resonansi
  6. Solvasi

Cara yang paling sederhana untuk menguji sifat keasaman suatu senyawa adalah dengan menggunakan kertas lakmus. Jika lakmus biru oleh suatu zat diubah menjadi merah, maka zat tersebut bersifat asam. Sebaliknya jika lakmus merah oleh suatu zat diubah menjadi biru, maka zat tersebut bersifat basa.

Sedangkan tingkat keasaman dapat diukur dengan pH digunakan untuk menyatakan logaritma negatif konsentrasi ion hidrogen atau lebih tepatnya logaritma negatif keaktifan ion hidrogen.

Asam kuat mengalami ionisasi sempurna dalam larutan dengan pelarut air, demikian pula basa kuat. Pada asam lemah dan basa lemah ionisasi molekul asam dan basa tidak terjadi sempurna. Kesetimbangan terjadi antara asam atau basa yang tidak mengion dengan ion-ionnya, dan digambarkan melalui tetapan ionisasi Ka atau Kb. Jika asam direaksikan dengan basa, maka ion hidrogen akan bereaksi dengan ion hidroksil membentuk garam. Garam dari asam lemah dalam larutannya bersifat basa, sedangkan garam dari basa lemah dalam larutannya bersifat asam.

3. Alat dan Bahan

  1. Alat

Tabung reaksi

Kertas lakmus

pH paper universal atau pH meter

Pipet tetes

  1. Bahan

Alkohol/etanol

Fenol

Asam asetat

Asam benzoat

Asam format

Asam salisilat

Glukosa

Fruktosa

Etilamin

Anilin

4. Prosedur Praktikum

Percobaan 1

  1. Mengisi tabung reaksi dengan larutan yang akan diuji:

Alkohhol

Fenol

Asam asetat

Asam benzoat

Glukosa

Fruktosa

Etilamin

Anilin

  1. Menguji masing-masing bahan dengan kertas lakmus dan meengukur kekuatan asam dan baasa dengan pH paper universal atau pH meter.

Percobaan 2

  1. Mengisi tentaang reaksi dengaan 1ml larutan yanng akan diuji :

Asam asetat

Asam format

Asam salisilat

Asam benzoat

  1. Menambahkan beberapa tetes laarutan Fecl3 dan mengamati perubahan yang terjadi.

5. Hasil dan Pembahasan

  1. Hasil

Hasil mengukur menggunakan pH paper universal atau pH meter adalah :

Alkohol : 6

Fenol : 4

Fluktosa : 6

Glukosa : 5

Hasil uji dengan kertas lakmus adalah :

Larutan alkohol bersifat netral

Larutan fenol bersifat asam

Larutan flukosa bersifat basa

Larutan glukosa bersifat asam

Pada percobaan ke 2 dengan cara menambahkan beberapa tetes larutan Fecl3 menghasilkan :

Pada larrutan asam benzot menghasilkan warna crem

Pada larutan asam salisilat menghasilkan warna ungu kehitaman (violet)

Pada larutan asam format menghasilkan warna bening seperti semula

Pada larutan asam asetat meenghasilkan warna orange bening

  1. Pembahasan

Percobaaan 1

Dengan menggunakan pH meter alkohol bersifat asam kaarena pHnya adalah 6, fenol bersifat asam karena pH yang dimiliki adalah 4, fluktosa bersifat asam karena pHnya adalah 6, dan glukosa bersifat asam karena pHnya adalah 5.

Sedangkan dengan menggukan kertas lakmus larutan alkohol bersifar netral karena lakmus biru dan merah yang sudah diberi larutan alkohol tidak berubah warna. Laarrutaan fenol bersifat asam karena lakmus biru berubah menjadi merah. Pada lakmus fruktossa bersifat basa karena lakmus merah berubah warna menjadi biru. Dan pada larutan glukosa bersifat asam karena lakmus biru menjadi merah.

Percobaan 2

Dengna cara menambahkan beberapa tetes larutan Fecl­3,, pada larutan asam benzoat menghasilkan warna crem. Larutan ini bersifat asam lemah karena terjadi ionisasi sebagian saja. Pada lartn asam salisilat bersifat asam kuat karena terjadi ionisasi sempurna sehingga berwarna ungu kehitaman (violet). Pada larutan asam format bersifat asam lemah karena larutannya masih berwanna bening seperti semula, itu termasuk ionisasi tidak sempurna. Pada asam asetat bersifat asam lemah karena terjadi ionisasi sebagian yang menghasilkan warna orange bening.

6. KESIMPULAN

Kesimpulan

Larutan yang sifat basa adalah larutan alkohol, larutan yang bersifat asam adalah larutan fenol dan glukosa, larutan yang berssifat netral adalah larutan fruktosa, sedanagkan larutan yang bersifat asam kuat adlah asam salisilat dan asam benzoat, larutan yang bersifat asam lemah adalh larutan asam asetat dan asam format.

7. DAFTAR PUSTAKA

Soetedjo, R. 1969. Kimia dasar. Jakarta : Yasa Guna

Sunarto. 2000. Kimia dasar. Semarang : IKIP

Suparyono. 1987. Kimia dasar. Jakarta : Penebar Swadaya.

Iklan