LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR

ALKOHOL

logo

NAMA: Ulfatun khasanah

NIM: 1404010022

PRODI: Agribisnis

FAKULTAS: Pertanian

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PUROKERTO

2015

1. Tujuan praktikum

Menetapkan ada atau tidaknya air dalam alcohol

2. Teori dasar

Alcohol merupakan senyawa seperti air yang satu hidrogennya diganti oleh rantai atau cincin hidrokarbon. Rumus umum alcohol adalah R – OH, dengan R adalah suatu alkil baik alifatis maupun siklik. Dalam alcohol semakin banyak cabang semakin rendah titik didihnya.

Pada umumnya etanol disebut juga etil alcohol, alcohol murni, alcohol absolut, atau alcohol saja, adalah sejenis cairan yang mudah menguap, mudah terbakar, tak berwana dan merupakan alcohol yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Etanol merupakan salah satu obat reaksi yang paling tua. Etanol termasuk ke dalam alcohol rantai tunggal dengan rumus kimia C2H5OH dan rumus empiris C2H6O. ia merupakan isomer konstitusional dari dimetil eter.

Gugus fungsional alcohol adalah gugus hidroksil yang terikat pada karbon hibridisasi sp3. Rumus kimia umum alcohol adalah CnH2n+1 OH1. Ada 3 jenis utama alcohol antara lain:

1. Alcohol primer

Pada alcohol primer (10), atom karbon yang membawa gugus –OH hanya terikat pada satu gugus alkil.

2. Alcohol sekunder

Pada alcohol sekunder (20), atom karbon yang mengikat gugus –OH berikatan langsung dengan dua gugus alkil, kedua gugus alkil ini bisa sama atau berbeda.

3. Alcohol tersier

Pada alcohol (30), ataom karbon yang mengikat gugus –OH berikatan langsung dengan tiga gugus alkil, yang bisa merupakan kombinasi dari alkil yang sama atau berbeda.

Sifat kimia alcohol adalah sebagai berikut:

  1. Ikatan antar hydrogen. Antar molekul hydrogen terdapat ikatan hydrogen.
  2. Alcohol bersifat polar karena memiliki gugus OH. Kepolaran alcohol akan makin kecil apabila suhunya semakin tinggi.
  3. Reaksi dengan logam. Alcohol kering akan bereaksi dengan logam K dan Na

Alcohol primer dan sekunder dapat dioksidasi dengan menggunkan oksidator, tetapi alcohol tersier tidak.

3. Alat dan bahan

  1. Alat

Tabung reaksi

  1. Bahan
  2. Cairan CuSO4 3 ml
  3. Alcohol encer 1 ml

4. Prosedur praktikum

  1. Memasukkan 3 ml CuSO4 cair kedalam tabung reaksi
  2. Menambahkan 1 ml alcohol encer dan mengocoknya
  3. Mengamati perubahan warna dan mencatatnya

5. Hasil dan pembahasan

  1. Hasil

Larutan CuSO4 berwarna biru jernih dan alcohol berwarna bening. Setelah kedua larutan itu dicampurkan warnanya tetap biru namun lebih jernih dari semula.

  1. Pembahasan

Sifat fisik alcohol umumnya berwujud cair dan memiliki sifat mudah menguap (volatile) tergantung pada panjang rantai karbon utamanya (semakin pendek rantai C semakin volatile). Kelarutan alcohol dalam air semakin renfah seiring bertambah panjangnya rantai hidrokarbon. Hal ini disebabkan karena alcohol memiliki gugus OH yang bersifat polar dan gugus alkil (R) yang bersifat nonpolar. Reaktifitas alcohol diketahui dari berbagai reaksi seperti:

1. Reaksi oksidasi

Alcohol dapat digunakan untuk membedakan alcohol primer, sekunder, dan tersier. Alcohol primer akan teroksidasi menjadi aldehila dan pada oksidasi lebih lanjut akan menghasilkan asam karboksilat. Alcohol sekunder akan teroksidasi menjadi keton. Sedangkan alcohol tersier tidak dapat teroksidasi

2. Reaksi pembakaran

Alcohol dapat dibakar menghasilkan gas karbondioksida dan uap air dan energy yang besar

3. Reaksi esterifikasi

Pembentuka ester dari alcohol dapat dilakukan dengan mereaksikan alcohol dengan asam karboksilat. Dalam reaksi ini akan dihasilkan air dan ester. Molekul air akan dibentuk dari gugus OH yang berasal dari karboksilat dan hydrogen yang berasal dari gugus alcohol.

1. Reaksi dengan asam sulfat pekat

Reaksi alcohol dengan asam sulfat pekat akan menghasilkan produk yang berbeda tergantung pada temperature pada saat reaksi berlangsung.

2. Reaksi dengan halide (HX, PX3, PX5, atau SOCl2)

Reaksi ini merupakan reaksi substitusi gugus OH dengan gugus halide (X).

Dengan sifat-sifat diatas bahwa alcohol dengan menambah CuSO4 secara berturut-turut tidak larut dalam air, tidak larut dalam air, larut sebagian dalam air. CuSO4 merupakan padatan putih, jika terkena air akan diketahui dengan terjadinya perubahan warna biru. Hal tersebu menunjukkan adanya air dalam semua sampel alcohol. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut: R – OH+CuSO4R – Cu+H2O+SO4

6. Kesimpulan

Warna awal larutan CuSO4 adalah biru bening dan alcohol adalah bening, suhunya tetap lalu kedua larutan tersebut dicampur dan dikocok warna berubah menjadi biru muda, dan rumus larutannya adalah: R – OH+CuSO4→R+Cu(OH)2+SO4

  7.  Daftar pustaka

Brady, James. E.1999. Kimia Universitas Asas dan Struktur jilid 1. Jakarta: Binarupa Aksara

Fessenden, Ralph. J, dan Fessenden, Joan. S. 1997. Dasar-dasar Kimia Organik. Jakarta: Bina Aksara

Hart. 1990. Kimia Organik Suatu Kuliah Singkat Edisi ke 6. Jakarta: Erlangga.

Iklan