1. Bursa Komoditi Indonesia

Pemerintah membentuk Bursa Komoditi Indonesia yang secara teknis bursa ini berada di bawah pengawasan Departemen Perdagangan, sedangkan untuk masalah keuangan berada di bawah naungan Departemen Keuangan. Bursa Komoditi Indonesia melakukan perdagangan berjangka. Ada beberapa alasan yang mendasari pemerintah Indonesia membentuk Bursa Komoditi Indonesia, yaitu :

  • Perubahan lingkungan strategis seperti globalisasi.
  • Kesepakatan dalam jangka WTO, AFTA, APEC.
  • Berkurangnya peran perjanjian komoditi Internasional.
  • Berubahnya kebijakan deregulasi dan debirokratisasi oleh pemerintah.
  • Dalam rangka merangsang produktivitas komoditi dan meningkatkan kegiatan ekspor non migas agar bisa bersaing di pasar global.
  • Pemerintah menganggap perlu adanya berbagai fasilitas penunjang yang dapat menjembatani kepentingan produksi dan kepentingan ekspor.
  1. Manfaat Bursa Komoditi Indonesia yang dibentuk pemerintah sejak tahun 1986 :

·  Sarana Pengelolan Risiko

Salah satu ciri barang komoditi yang diperdagangkan di bursa adalah harga komoditi yang bersangkutan sering mengalami gejolak. Kopi merupakan salah satu komoditi pertanian yang memiliki sifat tersebut, sehingga untuk menjaga kelangsungan usaha maka diperlukan instrumen pengelolaan risiko harga yang efisien yaitu dengan menggunakan instrumen kontrak forward, kontrak berjangka, opsi, swap dan bond pada skema pasar. Instrumen yang sering digunakan adalah kontrak berjangka.

Kontrak berjangka adalah suatu perjanjian yang mengikat secara hukum dua belah pihak untuk membeli dan menjual komoditi dalam jumlah, mutu, jenis, dan tempat tertentu yang telah ditetapkan. Sedangkan waktu penyerahan di kemudian hari. Fluktuasi harga barang komoditi karena perubahan kondisi perekonomian membuat para pelaku bursa ini melakukan mekanisme hedging dengan tujuan melindungi aktiva dan/atau kewajiban agar posisi mereka tetap berada di kondisi Break Event Point (BEP).

  • Sarana Pembentukan Harga

Selama belum terbentuk Bursa Komoditi Indonesia, harga jual barang komoditi kopi mengacu pada bursa yang ada di luar negeri. Tetapi setelah terbentuk Bursa Komoditi Indonesia diharapakan Indonesia bisa menjadi price maker dalam perdagangan global komoditi kopi. Penetapan harga kopi di bursa juga harus memperhatikan infomasi pasar perdagangan fisik.

  • Efisiensi Pasar

Ukuran efisiensi pasar pada bursa komoditi adalah Kecilnya perbedaan antara harga bid dan offer dari komoditi kopi yang diperdagangkan di bursa. Selain hal tersebut, cepat dan mudahnya pelaksanaan transaksi di bursa juga menjadi ukuran efisiensi pasar.

  • Informasi Pasar

Informasi pasar yang dibutuhkan para pelaku pasar berjangka komoditi antara lain informasi tentang harga, produksi, konsumsi, volume perdagangan dan juga perkiraan (ekspektasi) pasar dari kopi yang diperdagangkan di bursa komoditi tersebut, sehingga dapat membuat bursa semakin transparan dan bersaing. Semakin banyak informasi diketahui orang, akan membuat mereka mampu mengantisipasi pembentukan harga kopi di pasar.

  • Lindung Nilai

Pada dasarnya, harga komoditi primer sering berfluktuasi karena ketergantungannya pada faktor-faktor yang sulit dikuasai seperti kelainan musim, bencana alam, dan lain-lain. Dengan kegiatan lindung-nilai menggunakan Kontrak Berjangka, mereka dapat mengurangi sekecil mungkin dampak (resiko) yang diakibatkan gejolak harga tersebut.

Komoditi pertanian termasuk kopi menjadi salah satu subjek Kontrak Berjangka yang diperdagangkan di Bursa. Setiap komoditi yang kontraknya diperdagangkan di Bursa, spesifikasinya ditetapkan secara jelas; menyangkut jumlah, kualitas, dan waktu penyerahan. Dengan demikian, para pemakai/pengguna Bursa bisa mudah melakukan transaksinya, sehingga akan terwujud pasar yang aktif dan likuid. Para produsen dan konsumen menggunakan Kontrak Berjangka sebagai alat untuk melindungi dirinya dari resiko fluktuasi harga. Pasar berjangka menjanjikan kestabilan pendapatan bagi produsen, karena harga komoditinya dapat diprediksi dan di”kunci” dengan baik.

Dengan memanfaatkan Kontrak Berjangka, seorang produsen kopi dapat menjual kopi yang baru akan mereka panen beberapa bulan kemudian, pada harga yang telah dipastikan atau “dikunci” sekarang (sebelum panen). Dengan demikian, mereka dapat memperoleh jaminan harga sehingga tidak terpengaruh oleh kenaikan/ penurunan harga jual kopi di pasar fisik (tunai). Manfaat bursa komoditi kopi juga dapat diperoleh pihak lain seperti eksportir yang harus melakukan pembelian komoditi kopi di masa yang akan datang, pada saat memenuhi kontraknya dengan pembeli diluar negeri. Atau pengolah yang harus melakukan pembelian kopi secara berkesinambungan.

  • Pembentukan harga

Sebagai sarana pembentukan harga yang transparan dan wajar, yang mencerminkan kondisi pasokan dan permintaan yang sebenarnya dari komoditi kopi yang diperdagangkan. Hal ini dimungkinkan, karena transaksi hanya dilakukan oleh/melalui Anggota Bursa, mewakili nasabah atau dirinya sendiri. Artinya, antara pembeli dan penjual Kontrak Berjangka tidak saling kenal/mengetahui secara langsung. Harga yang terjadi di Bursa umumnya dijadikan sebagai harga acuan (reference price) oleh dunia usaha, termasuk petani dan produsen/pengusaha kecil, untuk melakukan transaksi di pasar fisik.

Margin yang telah ditetapkan berlaku untuk periode waktu tertentu, dan dapat diubah sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Selain itu ada biaya komisi yang dikenakan oleh Pialang Berjangka, yang besaran minimumnya ditetapkan Bursa atas persetujuan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).

BAB II

TEKNIS BUDIDAYA TANAMAN KOPI

A.  Budidaya Tanaman Kopi Arabika

Pada dasarnya untuk usahatani dan budidaya kopi arabika melalui kegiatan Perluasan, Peremajaan dan Rehabilitasi adalah sama seperti pada kegiatan penanaman baru, yaitu:

  • Syarat Tumbuh

Ø  Letaknyas terisolir dari pertanaman kopi varietas lain ± 100 meter.

Ø  Lahan bebas hama dan penyakit

Ø  Mudah pengawasan

  • Tanah

Ø  PH tanah : 5,5 – 6,5

Ø  Top Soil : Minimal 2 %.

Ø  Strukrur tanah : Subur, gembur ke dalaman relative > 100 cm.

  • Iklim

Ø  Tinggi tempat : 800 – 2000 m dpl

Ø  Suhu : 15º C – 25º C.

Ø  Curah hujan : 1.750 – 3000 mm/thn dengan bulan kering 3 bulan

B.  Bahan Tanaman

Untuk perbanyakan tanaman di lapangan diperlukan Bibit Siap Salur dengan kriteria sebagai berikut :

Ø  Sumber benih : Harus berasal dari kebun induk atau perusahaan yang telah ditunjuk.

Ø  Umur bibit: 8 -12 bulan

Ø  Tinggi: 20 -40 cm

Ø  Jumlah minimal daun tua: 5 – 7

Ø  Jumlah cabang primer: 1

Ø  Diameter batang: 5 – 6 cm

C.  Kebutuhan bibit/ha

Ø  Jarak tanam: 1,25 m x 1,25 m

Ø  Populasi: 6.400 tanaman

Ø  Untuk sulaman: 25 %

D.  Penanaman

  • Jarak Tanam

Sistem jarak tanam untuk kopi arabika antara lain :

Ø  Segi empat: 2,5 x 2,5 m

Ø  Pagar: 1,5 x 1,5 m

Ø  Pagar ganda: 1,5 x 1,5 x 3 cm

  • Lobang Tanam

Ø  Pertama, Harus dibuat 3 bulan sebelum tanam.

Ø  Kedua, Ukuran lubang 50 x 50 x 50 cm, 60 x 60 x 60 cm, 75 x 75 x 75 cm atau 1 x 1 x 1 m untuk tanah yang berat.

Ø  Ketiga, Tanah galian diletakan di kiri dan kanan lubang.

Ø  Keempat, Lubang dibiarkan terbuka selama 3 bulan.

Ø  Kelima, 2 -4 minggu sebelum tanam, tanah galian yang telah dicampur dengan pupuk kandang yang masak sebanyak 15/20 kg/lubang, dimasukkan kembali ke dalam lubang.

Ø  Keenam, Tanah urugan jangan dipadatkan.

  • Penanaman

Ø  Pertama, Penanaman dilakukan pada musim hujan

Ø  Kedua, Leher akar bibit ditanam rata dengan permukaan tanah.

E.  Pemeliharaan

  1. Penyiangan

Ø  Membersihkan gulma di sekitar tanaman kopi,

Ø  Penyiangan dapat dilakukan bersama-sama dengan penggemburan tanah.

Ø  Untuk tanaman dewasa dilakukan 2 x setahun

  1. Pohon Pelindung
  • Penanaman pohon pelindung

Ø  Tanaman kopi sangat memerlukan naungan untuk menjaga agar tanaman kopi jangan berbuah terlalu banyak sehingga kekuatan tanaman cepat habis.

Ø  Pohon pelindung ditanam 1 – 2 tahun sebelum penaman kopi, atau memanfaatkan tanaman pelindung yang ada.

Ø  Jenis tanaman untuk pohon pelindung antara lain lamtoro, dadap, sengon, dll.

  • Pengaturan pohon pelindung

Ø  Tinggi pencabangan pohon pelindung diusahakan 2 x tinggi pohon kopi.

Ø  Pemangkasan pohon pelindung dilakukan pada musim hujan.

Ø  Apabila tanaman kopi dan pohon pelindung telah cukup besar, pohon pelindung bisa diperpanjang menjadi 1 : 2 atau 1 : 4.

  • Pemangkasan Kopi
  1. Pangkasan Bentuk

Ø  Tinggi pangkasan 1,5 – 1,8 m

Ø  Cabang primer teratas harus dipotong tinggi 1 ruas

Ø  Pemangkasan dilakukan di akhir musim hujan

  1. Pangkasan Produksi

Ø  Pembuangan tunas wiwilan (tunas air) yang tumbuh ke atas.

Ø  Pembuangan cabang cacing dan cabang balik yang tidak menghasilkan buah.

Ø  Pembuanagn cabang-cabang yang terserang hama penyakit.

Ø  Pemangkasan dilakukan 3 – 4 kali setahun dan dikerjakan pada awal musim hujan.

  1. Pangkasan Rejupinasi (pemudaan)

Ø  Ditujukan pada tanaman yang sudah tua dan produksinya sudah turun menurun

Ø  Pada awal musim hujan, batang dipotong miring setinggi 40 – 50 cm dari leher akar. Bekas potongan dioles dengan aspal.

Ø  Tanah disekeliling tanaman dicangkul dan dipupuk

Ø  Dari beberapa tunas yang tumbuh pelihara 1 -2 tunas yang pertumbuhannya baik dan lurus ke atas.

Ø  Setelah cukup besar, disambung dengan jenis yang baik dan produksinya tinggi.

F.  Pemupukan

  1. Dosis pemupukan kopi per pohon adalah :

Ø  Umur 1 tahun : 50 gr Urea, 40 gr TSP, dan 40 gr KCL.

Ø  Umur 2 tahun : 100 gr Urea, 80 gr TSP, dan 80 gr KCL.

Ø  Umur 3 tahun : 150 gr Urea, 100 gr TSP, dan 100 gr KCL.

Ø  Umur 4 tahun : 200 gr Urea, 100 gr TSP, dan 100 gr KCL.

Ø  Umur 5-10 tahun : 300 gr Urea, 150 gr TSP, dan 240 gr KCL.

Ø  Umur 10 thn keatas : 500 gr Urea, 200 gr TSP, dan 320 gr KCL.

  1. Pupuk diberikan dua kali setahun yaitu awal dan akhir musim hujan masing-masing setengah dosis.
  2. Cara pemupukan dengan membuat parit melingkar pohon sedalam ± 10 cm, dengan jarak proyek tajuk pohon (± 1 m)

G.  Pengendalian Hama Penyakit.

  1. Hama
  • Hama Bubuk Buah

Penyebab adalah sejenis kumbang kecil yang menyerang buah muda dan tua.Pengendaliandengan mekanis yaitu dengan mengumpulkan buah-buah yang terserang, secara kultur teknis dengan penjarangan naungan dan tanaman sedangkan secara chemis dengan Insektisida Dimecron 50 SCW, Tamaron, Argothion, Lebaycide, Sevin 85 S dengan dosis 2 cc / liter air.

  • Bubuk Cabang (Xyloborus moliberus)

Menyerang/menggerek cabang dan ranting kecil 3 – 7 dari pucuk kopi. Daun menjadi kuning dan rontok kemudian cabang akan mongering. Pengendalian sama seperti pada hama bubuk buah.

  1. Penyakit
  • Penyakit Karat Daun

Penyebab adalah sejenis Cendawan. Tanda serangan ada bercak-bercak merah kekuningan pada bagian bawah daun, sedangkan di permukaan daun ada bercak kuning. Kemudian daun gugur, ujung cabang muda kering dan buah kopi menjadi hitam kering dan kualitas tidak baik selanjutnya tanaman akan mati.

Pengendalian secara kultur teknis dengan menanam jenis kopi arabika yang tahan sepertio S 333, S 288 dan S 795 serta menjaga agar kondisi FungisidaDithane M-45 dengan dosis 2 gr/liter air.

Iklan