LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR

ALKOHOL

Diajukan sebagai salah satu tugas dari praktikum kimia dasar yang diampu oleh : Alwani Hamad,ST.,MSc

Disusun oleh kelompok 06

Nama anggota      :

Tria Widi Pangestika                    (1404010023)

Ganjar Tri Kusuma Aji                          (1404010024)

Ulfatun Khasanah                                  (1404010022)

Meikita Putri Dwi L.H                (1404010021)

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO

2014

ALKOHOL

  1. TUJUAN

Tujuan dari praktikum ini adalah untuk menetapkan ada atau tidaknya air dalam alkohol.

  1. DASAR TEORI

Alkohol adalah suatu senyawa yang molekulnya mempunyai gugus hidroksil dan terikat pada atom karbon jenuh. Atom karbon jenuh ini dapat berupa atom karbon dari gugus alkil, seperti metanol, etanol dan 2-propanol, dapat pula atom karbon dari suatu alkenil atau gugus alkenil, seperti 2-propenol dan 2-propinol. Disamping itu, atom karbon yang jenuh tadi ada juga yang terikat pada cincin aromatik, misalnya fenol dan p-kresol. Secara umum alkohol dapat ditulis sebagai KOH, dengan struktur molekul sebagai berikut :

CH3OH                                  CH3OH2OH                          H3CHOHCH3

Metanol                                   Etanol                                      2 Propanol

H2C=CHCH2OH                   HC=CCH2OH

2-Propenol                               2-Propinol

Dari struktur molekul alkohol-alkohol diatas dapat dilihat, bahwa atom hidrogen pada gugus hidroksil terikat pada atom oksigen. Karena oksigen sangat elektromagnetik, maka akan timbul muatan positif pada atom hidrogen dan muatan negatif pada atom oksigen, sehingga alkohol mampu membentuk ikatan hidrogen diantara molekulnya atau dengan air. Ikatan ini juga menyebabkan titik didih alkohol relatif tinggi, dan akan semakin tinggi dengan bertambah panjangnya rantai atom C alkohol.

Sifat polaritas alkohol juga ditimbulkan oleh gugus hidroksil. Metil alkohol, etil alkohol dan propil alkohol dengan mudah dapat bercampur sempurna dengan air. Kelarutan alkohol dalam air akan berkurang secara teratur sesuai dengan meningkatnya bagian hidrofob dari molekul alkohol. Makin panjang rantai atom C nya, alkohol akan sukar larut.

Alkohol dapat bereaksi dengan asam karboksilat membentuk ester melalui reaksi esterifikasi.

Reaksi ini dapat berjalan cepat dengan adanya asam kuat. Selain itu, reaksi dapat dipercepat dengan menambahkan asam karboksilat atau alkohol berlebihan, atau dengan menghilangkan air kondensasi dengan cara merefluk alkohol dengan asam sulfat atau asam klorida pekat.

Apabila dipanaskan dengan asam kuat, alkohol akan mengalami eliminasi air (dehidrasi) dan membentuk alkena.

  • ALAT DAN BAHAN

Alat dan bahan yang digunakan:

  1. Tabung reaksi
  2. Pipet tetes
  3. Gelas ukur
  1. PROSEDUR PERCOBAAN
  2. Memasukkan 3 ml CuSO4 cair kedalam tabung reaksi.
  3. Menambahkan 1 ml alkohol encer dan mengkocoknya.
  4. Mengamati perubahan warna yang terjadi dan mencatatnya.
  1. HASIL DAN PEMBAHASAN
  2. Hasil

Hasil yang dapat kami dari praktikum ini adalah pada warna awal CuSO4 adalah biru bening dan alkohol bening. Mempunyai suhu tetap dan setelah dicampur dan dikocok, warnanya menjadi biru lebih muda dari larutan awal.

Alkohol encer mengandung air

Reaksi yang dihasilkan :

R – OH + CuSO4 à R + Cu(OH)2 + SO4

  1. Pembahasan

Alkohol adalah suatu senyawa yang molekulnya mempunyai gugus hidroksil dan terikat pada atom karbon jenuh. Kedudukan atom oksigen di dalam alkohol dan eter serupa dengan kedudukan atom oksigen dalam molekul air. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa struktur alkohol sama dengan struktur air. Satu atom H pada air merupakan residu hidrokarbon (gugus alkil) pada alkohol. Struktur eter dikatakan sama dengan struktur air. Kedua atom H pada air merupakan gugus alkil pada eter.

H-O-H                         R-O-H

Reaksi yang diperoleh pada percobaan :

R – OH + CuSO4 à R + Cu(OH)2 + SO4

  1. Alkohol

Sifat fisik alkohol :

  1. Alkohol monohidroksi suku rendah (jumlah atom karbon 1-4) berupa cairan tidak berwarna dan dapat larut dalam air dengan segala perbandingan.
  2. Kelarutan alkohol dalam air makin rendah bila rantai hidrokarbonnya makin panjang.
  3. Makin tinggi berat molekul alkohol, makin tinggi pula titik didih dan viskositasnya
  4. Alkohol mengandung atom karbon lebih dari 12 berupa zat padat yang tidak berwarna
  5. Alkohol suku rendah tidak mempunyai rasa, akan tetapi memberikan kesan panas dalam mulut.

Sifat kimia alkohol

  1. Oksidasi alkohol primer

Oksidasi alkohol primer dengan menggunakan natrium bikromat dan asam sulfat akan menghasilkan suatu aldehida dan air.

  1. Oksidasi alkohol sekunder

Oksidasi alkohol sekunder dengan menggunakan natrium bikromat dan asam sulfat akan menghasilkan suatu keton dan air.

  1. Oksidasi alkohol tersier

Oksidasi alkohol tersier oleh oksigen akan menghasilkan campuran asam karboksilat, keton, karbondioksida dan air.

  1. Reaksi dengan natrium

Alkohol bereaksi dengan logam natrium menghasilkan suatu alkoksida. Hasil samping berupa gas hidrogen.

  1. Reaksi dengan asam halida

Alkohol bereaksi dengan asam halida menghasilkan alkil halida dan air.

  1. Esterifikasi

Alkohol bereaksi dengan asam karboksilat menghasilkan ester dan produk samping berupa air. Reaksi yang terjadi merupakan reaksi kesetimbangan.

  1. Dehidrasi alkohol

Dehidrasi alkohol dengan suatu asam sulfat akan menghasilkan alkena dan air.

  1. Cu

Pada sifat fisika nya Cu berwujud padat dan mempunyai massa jenis, titik lebur, titik didih, kalor peleburan, kalor penguapan dan kapasitas kalor. Sedangkan pada sifat kimianya Cu mempunyai bilangan oksidasi +1,+2,+3, +4, dan elektronegativitas, energi ionisasi 1, 2 dan 3, jari-jari atom, jari-jari kovalen dan jari-jari van der waals.

Tembaga tidak diserang oleh air atau uap air dan asam-asam nooksidator encer seperti HCL encer dan H2SO4 encer. Tetapi asam klorida pekat dan mendidih menyerang logam tembaga dan membebaskan gas hidrogen. Hal ini disebabkan oleh terbentuknya ion kompleks CuCl2- (aq) yang mendorong reaksi kesetimbangan bergeser ke arah produk.

  1. Sifat yang terdapat pada CuSO4 yaitu larutannya yang berwarna biru muda karena telah dicampur air. CuSO4 biasanya berbentuk padat atau kristal dan mempunyai bau. pH nya tidak tersedia, mempunyai tekanan uap, tingkat penguapan diabaikan dan tidak memiliki kepadatan uap, viskositas, titik nyala dan suhu dekomposisi. Mempunyai kelarutan yang baik, mempunyai berat molekul dan molekul formulanya CuSO4.5H2O
  • KESIMPULAN DAN SARAN
  1. Kesimpulan

Dari percobaan ini dapat kami simpulkan bahwa alkohol mengandung air. Alkohol dan air bisa bersatu karena kedudukan atom oksigen di dalam alkohol dan eter serupa dengan kedudukan atom oksigen dalam molekul air.

  1. Saran

Yang harus diperhatikan ketika praktikum ini adalah pada saat kita mencampurkan kedua larutan alkohol encer dengan larutan CuSO4 diharapkan mengkocoknya secara perlahan-lahan dan hati-hati karena jika tidak larutan akan tumpah atau keluar dan jika terkena tangan akan terasa dingin dan harus segera dicuci.

DAFTAR PUSTAKA

Anwar, Kay. 2013. Sifat Fisika dan Kimia Unsur. (Online). Kanwar03oke.blogspot.com/2013/05/fungsi-kurikulum-html?. Diakses tanggal 5 Desember 2014.

Jainal, Abdul. 2003. Pintar Kimia. Surabaya: Gita Media Press.

Rahahdjo, Sentot Budi. 2008. Kimia Berbasis Eksperimen 2. PT. Tiga.

Naid, Tadjuddin, dkk. 2006. Kimia. Bandung: ITB.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan