Malaysia (12/5), Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) makin memantapkan langkah internasionalisasinya. Kali ini, rektor UMP, Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, MH beserta Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Drs. Joko Purwanto, MSi, Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan kerjasama, Ir. Regawa Bayu Pamungkas, MT, dan Santhy Hawanti, PhD menghadiri acara yang diselenggarakan oleh University Presidents Forum (UPF) di Universitas Teknologi Malaysia (UTM). Acara yang bertempat di  johor baru dihadiri oleh pimpinan perguruan tinggi dari Indonesia dan lainnya yang berasal dari Asia Tenggara, Amerika, Australia, Nigeria,dan  Inggris.

Acara yang bertema “Innovation and Enterpreneurship in Nation Building” ini menggagas konsep perguruan tinggi yang menekanan mahasiswa agar memiliki jiwa enterprenership. Santhy menjelaskan, konsentrasi acara adalah mencetak lulusan yang harus memiliki keterampilan enterprenership. Konsep acaranya diawali dengan presentasi  perguruan tinggi yang sudah matang, diskusi, dan diakhiri dengan penandatangan MoU (Memorandum of Understanding) antara perguruan tinggi Muhammadiyah yang diwakili oleh PP Muhammadiyah dengan UTM.

Acara yang berlangsung selama tiga hari ini dimanfaatkan dengan baik oleh UMP. Bukan hanya sebatas diskusi, UMP juga melakukan peninjauan langsung kelapangan mendatangan pusat penelitian Ibnu Sina Institut di UTM. “Intensifnya diskusi guna melakukan akselerasi kerjasama dengan UTM, misalnya UMP dapat mengirimkan dosen untuk S3 di UTM atau mengirimkan mahasiswa untuk sit in bahkan student exchange bagi mahasiswa fakultas teknik di UMP,“ kata Santhy.

Santhy menjelaskan, pertemuan ini menghasilkan beberapa kesepakatan antara UMP dan UTM “Bentuk kesekapakatnnya  yaitu dosen sudah S3  menjadi pembimbing di UTM, terjalinnya penelitian bersama bagi dosen UMP termasuk juga penggunaan laboratorium selama topik kajiannya sesuai, “ jelasnya. Selain mengunjungi UTM, UMP juga mengunjungi Universitas Antar Bangsa yang sekarang berubah nama menjadi International Islamic University Malaysia (IIUM) guna melakukan kerjasama dan bertemu dengan Wakil Rektor bidang kerjasama-Direktur KUI, Dr Suhaimi bin Abdul Latif dan Direktur pusat International Institute Halal Research and Training (INHART) malaysia yang menangani tentang halal produk dan halal training.

“Harapannya pada bulan september nanti UMP bisa mengirimkan mahasiswa untuk sit in atau short visit bersama dengan dosen pembimbinganya dengan syarat mahasiswa bisa bahasa inggris atau bahasa arab,” kata Santhy. Masih menurut Santhy, arah lain dari kerjasama dengan IIUM dan INHART adalah dapat pembentukan research center untuk halal produk dan halal training di UMP. INHART ini menjadi rujukan produk halal di banyak negara, sedangkan di Indonesia belum banyak Research Center seperti itu. Nantinya kerjasama akan dilakukan dengan Fakultas Farmasi, Kedokteran, Ilmu Kesehatan, Hukum,dan Agama Islam,”  terang Santhy.

Santhy meyakinkan, kerjasama ini akan menguntungkan kedua pihak. UMP memahami kerjasama tidak dapat instan, oleh karena itu UMP akan terus membangun kepercayaan antara kedua pihak dengan komunikasi intensif. “Kami siapkan dosen yang mau S3 di UTM, mahasiswa untuk site in dan desember nanti akan ada seminar internasional dari fakultgas teknik dan kita bisa undang mereka, tuturnya. (Nur/Pra)

Iklan