Dalam melakukan usaha ternak bebek petani memebutuhkan modal yang cukup besar. Untuk mencukupi ataau menambah modal yang akan digunakan dalam usahanya, petani menawarkan sistem bagi hasil kepada investor yang bersedia menanamkan modalnya.

Penentuan keputusan besarnya sistem bagi hasil dilakukan oleh petani dan investor. Pada umumnya besarnya sistem bagi hasil di kecamatan patikraja mempunyai komposisi 40:60%, petani menerima 40% bagian dari hasil produksi dan investor menerima 60% dari hasil produksi.

Dengan adanya sistem bagi hasil ini diharapkan banyak investor yang menemkan modalnya.

Dari tawaran yang dilakukan oleh petani masih kurang mendapatkan respon dari masyarakat, hal ini dapat diamati bahwa petani yang menjalin kerjasama dengan investor di kecamatan patikraja masih sangat sedikit. Sebagian besar investor yang bersedia menanamkan modalnya masih mempunyai hubungan keluarga dengan petani dan bertempat tinggal masih dalam satu desa bahkan bertetangga.

Setelah terjadi kerja sama antara petani dan investor akan dilakukan suatu perjanijian kerjasama antara 2 belah pihak. Perjanjian tersebut meliputi permodalan, pemeliaharaan, dan sistem bagi hasil. Adapun proses kerjasamanya tersaji dalam

Dalam suatu usaha tentunya tidak akan terlepas dari modal, begitupun dalam usaha ternak bebek. Petani enyisihkan 10% dari pendapatan yang diperoleh dari usaha ternak bebek yang akan digunakan sebagai dana taktis dalam pengembangan usahanya. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya resiko yang disebabkan adanya kegagalan produksi atau kegagalan usaha.

Tabel 2. tingkat kelayakan budidaya ternak bebek dikecamatan patikraja, kab banyumas 2003

No. Biaya produksi (Rp) Hasil penjualan (Rp) R/C-Ratio
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

 

8.390.000

13.500.000

16.500.000

6.250.000

6.120.000

3.570.000

2.420.000

5.820.000

3.400.000

16.650.000

22.775.000

31.500.000

11.040.000

12.100.000

9.500.000

5.300.000

10.600.000

6.360.000

1,98

1,68

1,90

1,83

1,97

2,66

2,19

1,82

1,84

Rata-rata 1,98

Apabila ditinjau dari nilai R/C-ratio pada table 4, usaha ternak bebek yang dilakukan petani dikecamatan patikraja layak dilakukan atau layak diusahakan. Dari hasil analisis diperoleh nilai R/C-ratio dari usaha ternak bebek lebih dari satu atau dengan kata lain R/C-ratio usaha ternak bebek di kecamatan patikraja adalah 1,68 hal ini berarti bahwa untuk setiap Rp. 100 yang dikeluarkan dalam suatu awal kegiatan usaha diperoleh penerimaan rata-rata sebesar Rp. 168.

Iklan